Loading

Jumat, 07 Juni 2013

Dampak Pakaian Ketat Terhadap Kesehatan

Latar Belakang

Pakaian merupakan kebutuhan pokok manusia selain makanan dan tempat berteduh/tempat tinggal (rumah).Manusia membutuhkan pakaian untuk melindungi dan  menutup dirinya. Namun seiring dengan perkembangan kehidupan   manusia, pakaian juga digunakan sebagai simbol status, jabatan, ataupun kedudukan seseorang yang  memakainya. Perkembangan dan jenis-jenis pakaian tergantung pada adat-istiadat,  kebiasaan, dan budaya yang memiliki ciri khas masing-masing. Pakaian juga meningkatkan  keamanan selama kegiatan berbahaya seperti hiking dan memasak, dengan memberikan  penghalang antara kulit dan lingkungan. Pakaian juga memberikan  penghalang higienis, menjaga toksin dari badan dan membatasi penularan kuman. Salah satu tujuan utama dari pakaian adalah untuk menjaga pemakainya merasa nyaman. Dalam iklim panas busana menyediakan perlindungan dari terbakar sinar matahari atau berbagai dampak lainnya, sedangkan di iklim dingin sifat insulasi termal umumnya lebih penting.
Pakaian melindungi bagian tubuh yang tidak terlihat.  Pakaian bertindak sebagai perlindungan dari unsur-unsur yang merusak, termasuk hujan, salju dan angin atau kondisi cuaca lainnya, serta dari matahari. Pakaian juga mengurangi  tingkat risiko selama kegiatan, seperti bekerja atau olahraga. Pakaian kadang-kadang dipakai sebagai perlindungan dari bahaya lingkungan tertentu, seperti seranggabahan kimiaberbahaya, senjata, dan kontak dengan zat abrasif. Sebaliknya, pakaian dapat melindungi lingkungan dari pemakai pakaian, seperti memakai masker.
Banyak kalangan remaja yang lebih memilih menggunakan celana ketat dari pada celana yang lebih longgar, hal ini disebabkan karena  penggunaannya yang sangat praktis, cocok untuk berbagai macam atasan.
Apa dampak pakaian ketat bagi kesehatan?, bagaimana cara pencegahan atau mengurangi penggunaan pakaian ketat ?. Kiranya dapat mencegah atau mengurangi penggunaan pakain ketat, dan pembaca dapat mengetahui dampak buruk pakaian ketat bagi kesehatan dan cara mencegahnya.
Dampak Pakaian Ketat Bagi Kesehetan Manusia
1. Paresthesia
Celana ketat sepinggul berpeluang menimbulkan penyakit
paresthesia. Istilah paresthesia sendiri, menurut Kamus Kedokteran Dorland,  berarti perasaan sakit atau abnormal seperti kesemutan, rasa panas seperti terbakar dan sejenisnya.
Gangguan saraf ringan itu terjadi karena  mereka suka sekali memakai celana ketat sebatas pinggul, setidaknya dalam enam bulan terakhir.
Paresthesia dikenali gejalanya berupa kesemutan yang lama-kelamaan berubah menjadi mati rasa. Kesemutan terjadi lantaran terganggunya  saraf tepi, yakni saraf yang berada di luar jaringan otak di sekujur tubuh. Umumnya karena tertekan, infeksi, maupun gangguan metabolisme.
2. Ancaman Jamur
Pada dasarnya semua jenis pakaian ketat berpotensi  menimbulkan tiga macam gangguan kulit baik itu sebatas pinggul maupun di atas pinggul.
Hal itu disebabkan masalah kelembaban yang memungkinkan jamur subur berkembang biak. Belakangan ini, pasien korban jamur yang berobat ke  Klinik Kulit dan Kelamin RSCM meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sepanjang tahun 2002, sekitar 35% pasien terbukti kena serangan jamur.  Usia mereka berkisar 15 – 45 tahun. Meski tak semuanya berhubungan dengan kebiasaan  berbusana, tetapi kecenderungan meningkatnya jamur sebagai sumber penyakit kulit mesti diwaspadai.
Idealnya, di negara tropis seperti Indonesia, pakaian  ketat atau terlalu tebal memang harusdihindari. Kulit menjadi kekurangan ruang untuk  bernapas”, sementara cairan yang keluar dari dari tubuh cukup banyak. Akibatnya, permukaan  kulit menjadi lembab. Jika tak diimbangi busana yang tepat, jamur akan lebih mudah beranak pinak. Jenis jamur yang banyak ditemui adalah jamur panu (bercak putih, cokelat, atau kemerahan), jamur kurap dengan bintik menonjol gatal, serta
jamur kandida  yang basah dan gatal.
3. Berbekas Hitam
Sesuai namanya, gejala gatal dan beruntusan yang menjadi
trade mark sang  dermatitis  hanya muncul bila terjadi gesekan antara kulit dengan benda dari luar tubuh. Benda asing yang berpotensi gesek tinggi tidak hanya benda keras, semisal: perhiasan, jam tangan, atau ikat pinggang. Busana sehari-hari, jika terlalu ketat  menempel di tubuh, atau terbuat dan bahan berkontur kasar juga dapat memicu luka.
Celana ketat terutama berpengaruh pada kondisi kulit di sela-sela paha. Awalnya  mungkin cuma radang ringan. Tapi, kalau prosesnya berlangsung lama, bisa menimbulkan  bercak hitam di pangkal paha,” kata Kusmarinah Bramono”. Jika si pemilik tubuh insaf dan menjauhkan diri dari busana ketat, warna hitam tadi mungkin saja berkurang atau hilang sama sekali. Namun, Kusmarinah mengingatkan, proses menghilangkan noda hitam itu tak bisa dilakukan secepat membalik telapak tangan.
Jenis penyakit kulit lain yang biasa menghinggapi pemakai celana ketat adalah biduran atau kaligata. Bentuknya bentol-bentol mirip bekas gigitan ulat bulu. Tingkat keparahannya mulai bentol sebesar biji jagung hingga bibir bengkak.
Biduran bisa muncul di bagian tubuh mana pun. Berdasarkan pengamatan Kusmarinah, banyak pasien tidak menyadari, biduran dapat juga disebabkan oleh tekanan serta ketatnya pakaian.
4. Kanker Ganas Melanoma
Penelitian ilmiah kontemporer telah menemukan bahwasanya perempuan berpakaian tetapi ketat atau transparan, maka ia berpotensi mengalami berbagai penyakit kanker ganas melanoma di sekujur anggota tubuhnya yang terbuka. Majalah kedokteran Inggris melansir hasil penelitian ilmiah ini dengan mengutip beberapa fakta, diantaranya bahwasanya kanker ganas melanoma yang masih berusia dini akan semakin bertambah dan menyebar sampai ke kaki.
Penyakit ini disebabkan sengatan matahari yang mengandung
ultraviolet dalam waktu yang panjang di sekujur tubuh yang berpakaian ketat atau berpakaian pantai (yang biasa dipakai wanita ketika di pantai dan berjemur di sana). Penyakit ini mengenai seluruh tubuh dengan kadar yang berbeda-beda. Tanda-tanda penyakit ini muncul pertama kali adalah seperti bulatan berwarna hitam agak lebar. Terkadang berupa bulatan kecil saja, kebanyakan di daerah kaki atau betis, dan biasanya di daerah sekitar mata, kemudian menyebar ke seluruh bagian tubuh disertai pertumbuhan di daerah-daerah yang biasa terlihat, pertautan limpa (daerah di atas paha), dan menyerang darah, lalu menetap di hati serta merusaknya.
Terkadang juga menetap di sekujur tubuh, diantaranya: tulang, dan bagian dalam dada. Juga bagian perut karena adanya dua ginjal yang menyebabkan  air kencing berwarna hitam karena rusaknya ginjal akibat serangan penyakit kanker ganas ini.  Penyakit ini juga menyerang janin di dalam rahim ibu yang sedang mengandung. Orang yang menderita kanker ganas ini tidak akan hidup lama. Obat-obatan belum bisa mengobati
kanker ganas ini.
5. Kemandulan
Pakaian ketat dapat menyebabkan kemandulan pada wanita. Pada cuaca yang sangat dingin, pakaian ketat tidak berfungsi menjaga suhu tubuh dari serangan hawa dingin. Suhu yang terlalu dingin jelas dapat membahayakan kondisi rahim  (Al-Istanbuli, 2006).  
Darah terganggu, menyebabkan varises dan gangguan yang di akibatkan jenis pakaian ketat dalam jangka waktu yang lama adalah membuat bentuk tubuh  menjadi buruk dan merusak tulang punggung. Pakain ketat dan transparan tenyata sangat  berbahaya menurut majalah kedokteran di Inggris, pakaian ketat yang di kenakan dalam waktu panjang dapat menyebabkan Kanker Melanoma. Menurut penelitian ilmiah pakaian ketat yang dikenakan oleh wanita di terik matahari dalam waktu yang panjang, setelah beberapa tahun menyebabkan Kanker ganas milanoma pada usia dini . dan kaos kaki nilon yang mereka kenakan tidak sedikitpun bermanfaat didalam menjaga kaki  mereka dari kanker ganas tersebut.
Kanker Melanoma adalah kanker kulit yang sangat berbahaya, dan kanker ini biasanya di mulai dengan tanda hitam pada kulit, atau tahi lalat. Tahi lalat adalah kumpulan sel pigmen abnormal (melanosityang muncul pada kulit
Dan penyakit ini terkadang mengenai seluruh tubuh dengan kadar yang berbeda-beda. Gejala dari kanker ini adalah munculnya bulatan berwarna  hitam agak lebar dan terkadang berupa bulatan kecil saja, pada daerah kaki atau betis, atau bisa disekitar mata kemudian menyebar ke seluruh bagian tubuh. Penyebaran bulatan ini  disertai pertumbuhan di daerah-daerah yang biasa terlihat, pertautan limpa (daerah di atas paha), menyerang darah, dan menetap di hati dan merusaknya.
Dalam beberapa kasus kanker milanoma juga menyerang  tulang, bagian dalam dada dan perut. Kanker ini juga menyerang ginjal, Jika ginjal sudah rusak air kencing akan berwarna hitam.  Janin juga tidak luput dari serangan kanker milanoma ini.Orang yang menderita kanker ganas ini tidak akan hidup lama, karena belum di temukan obat yang benar benar mampu menyembuhkan kanker ganas ini.
6. Mengganggu mobilitas usus
Penggunaan celana yang terlalu ketat dapat mengganggu mobilitas dari usus. Hal inilah yang membuat seseorang merasa tidak nyaman atau sakit pada perut setelah dua atau tiga jam setelah makan. Namun terkadang masyarakat tidak  menyadari bahwa kondisi tersebut disebabkan oleh penggunaan celana yang ketat.
7. Memicu pembekuan pembuluh darah
Penggunaan pakaian ketat juga akan mengganggu gerakan tubuh yang dapat  memicu timbulnya pembekuan darah di dalam pembuluh darah, membuat aliran terganggu.
8. Mengganggu kesuburan wanita dan gangguan jamur di sekitar organ
Endometriosis (suatu gangguan yang sering mengakibatkan gangguan kesuburan pada wanita) diduga karena disebabkan kebiasaan seseorang yang selalu memakai pakaian ketat selama bertahun-tahun. Menggunakan pakaian ketat akan memicu sel-sel endometrium (selaput lendir rahim) untuk melarikan diri dari rongga rahim lalu berdiam di indung telur, sehingga kesehatan menjadi terganggu.
Bila hal ini dibiarkan terus menerus, maka akan menimbulkan gangguan jamur di sekitar organ intim wanita. Bila sudah menimbulkan jamur, maka dapat dipastikan seorang wanita akan mengalami berbagai gangguan.
Perlu diketahui bahwa jamur itu sangat suka  suasana lembab. ia akan tumbuh subur. Jika menggunakan celana ketat jeans maka daerah lipatanya akan menjadi lembab apalagi jika dipakai seharian itulah salah satu yang menjadi munculnya keputihan
9. Memperburuk kualitas sperma dan menyebabkan kemandulan
Berdasarkan penelitian bahwa penggunaan pakaian ketat menyebabkan penurunan kualitas sperma yaitu  jumlah sperma yang biasanya 60 juta per mililiter kini turun drastis hingga ke angka 20 juta per mililiter. Setelah dilakukan penelitian  mendalam ternyata masalahnya masih terjadi pada skrotum lapisan yang melindungi penis. Suhu yang tidak normal pada
skrotum karena sering ditekan oleh celana jeans ketat bisa berakibat buruk pada kualitas sperma karena tumpukan keringat yang tidak bisa keluar disekitar penis tentu akan menimbulkan jamur yang akan meningkatkan suhu testis dalam produksi sperma.
Kurang lebih sama saja dengan wanita, penggunaan celana ketat bisa menimbulkan ‘kekurangan udara’ terutama kepada
organ vital.Umumnya suhu udara yang kondusif untuk organ vital normalnya sampai 36,5 derajat celcius, namun saat memakai celana ketat, suhu udarapun naik menjadi 37 derajat celcius.  Kondisi yang panas ini sangat berbahaya buat sperma. Sebuah penelitian membuktikannya  dengan mengambil sampel pria yang suka mengenakan celana ketat. Jumlah sperma yang diproduksi biasanya 60 juta permilimiter, dengan menggunakan celana ketat jumlah sperma turun drastis sepertiganya, yakni 20 juta permililiter.
Mengapa hal ini bisa terjadi? Ternyata masalahnya terletak pada skrotum. Suhu yang tidak normal pada skrotum karena celana jeans ketat  bisa berakibat buruk pada kualitas sperma loh sobat kenapa? karena tumpukan keringat yang tidak bisa keluar di sekitar Organ vital. Ini akan menimbulkan jamur yang akan meningkatkan suhu testis dalam produksi sperma, dan bila diteruskan akan menjadi gatal dan akan menjalar ke bagian
buah zakar.
Ujung-ujungnya pun akhirnya terletak pada kesuburan kalian, walaupun secara genetik kamu termasuk keturunan yang subur, tetapi dengan kebiasaan penggunaan celana jeans ketat bisa menurunkan kualitas kesuburan!
10. Menyebabkan pingsan 
Mungkin terdengar ekstrim tapi hal ini sering dialami  oleh beberapa wanita. Meski  korset  sudah tidak popular lagi, pakaian sejenis itu dapat mengurangi pemakainya mengembangkan paru-parunya dan hal ini akan mengakibatkan nafas terasa berat. Selain itu, akan memperkecil  oksigen yang masuk ke dalam tubuh. Kategori pakaian seperti ini termasuk pakaian dalam pernikahan, bustier, dan spandek
11. Menaikkan asam lambung 
Terlalu ketat juga akan menyebabkan naiknya cairan asam lambung karena tekanan yang terlalu besar pada perut. Hal ini dapat meningkatkan tekanan di daerah abdominal yang akan menyebabkan asam lambung naik ke kerongkongan
12. Pakaian Ketat menurut Agama (Islam)
Memakai pakaian yang ketat dan sesak tidak  dianjurkan (makruh) baik dari sudut pandang syari’ah maupun dari sudut pandang kesehatan. Ada sebagian jenis baju ketat membuat orang yang mengenakannya sulit melakukan sujud. Jika baju seperti ini menyebabkan si pemakai sukar mengerjakan shalat atau bahkan  menyebabkan dia meninggalkan shalat, maka jelas hukum memakai baju seperti ini adalah haram.
Asy-Syaikh al Albaniy berkata bahwa celana ketat itu mendatangkan dua macam musibahMusibah pertama, bahwa orang yang memakainya menyerupai orang-orang kafir. Sedangkan Kaum Muslim memang memakai celana, akan tetapi model celana yang lebar dan longgar. Model seperti ini masih banyak  dipakai di daerah Suriah dan Libanon. Ummat Islam baru mengenal celana ketat setelah  mereka dijajah bangsa eropa. Pengaruh buruk itulah yang diwariskan oleh kaum penjajah  kepada ummat Islam. Akan tetapi karena kebodohan dan ketololan ummat Islam sendiri,  Mereka mengambil tradisi buruk tersebut.
Musibah kedua, celana ketat menyebabkan bentuk aurat terlihat dengan jelas. Memang benar bahwa aurat pria adalah anggota badan antara pusar dan lutut. Namun seorang hamba yang sedang melakukan shalat dituntut untuk berbuat lebih dari ketentuan yang telah ditetapkan oleh syariat (dalam masalah busana ini,  lihat Al Qur’an Surah 7:31). Tidak pantas dia melakukan maksiat kepada Allah subhanahu wa ta’ala ketika sedang sujud bersimpuh di hadapan-Nya. Ketika dia mengenakan celana ketat, maka kedua pantatnya akan terbentuk dengan jelas. Bahkan lebih dari itu, bagian tubuh yang membelah keduanya juga terlihat nyata !
Bagaimana seorang hamba melakukan shalat dan menghadap
Rabb Semesta Alam dalam keadaan seperti ini ?! Yang lebih aneh lagi adalah  mayoritas Pemuda Muslim biasanya menentang keras apabila kaum wanita Muslimah  memakai baju ketat. Alasan mereka bahwa baju ketat  yang dipakai wanita bisa menunjukkan bentuk tubuhnya secara jelas. Akan tetapi pemuda ini lupa akan dirinya sendiri. Dia tidak sadar  bahwa dia telah mengerjakan suatu hal yang dia sendiri membencinya.
Jika demikian, tidak ada bedanya antara wanita yang memakai baju ketat sehingga terlihat lekuk tubuhnya dengan pria yang memakai celana  ketat (jeans dan semacamnya-pen-) sehingga terlihat bentuk kedua pantatnya. Ketika pantat pria dan wanita dianggap sebagai aurat, maka hal menggunakan baju ketat bagi mereka itu sama saja hukumnya, yakni dilarang. Sebenarnya para pemuda wajib menyadari musibah yang telah melanda mayoritas mereka.
Rasulullah SAW telah melarang kaum pria shalat  dengan memakai celana tanpa gamis (kemeja). Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Daud  dan al Hakim. Sanad hadits ini sendiri berkualitas hasan. Lihat Shahiih al Jaami’ al  Shaghiir nomor 6830 dan juga diriwayatkan oleh al Thahawiy dalam Syarh Ma’aaniy al Atsaar (I/382).
Adapun jika model celana yang dikenakan  ketika shalat tidak ketat dan berukuran longgar, maka sah shalat yang dikerjakan. Yang lebih  baik adalah dirangkap dengan gamis yang bisa menutup anggota tubuh antara pusar dan lutut.  Akan tetapi lebih baik lagi apabila panjang gamis itu sampai setengah betis atau sampai  mata kaki (asalkan tidak sampai menutupi mata kaki –pen). Hal seperti ini adalah cara menutup aurat yang paling sempurna (mungkin pakaian seperti ini di daerah kita agak sukar didapatkan di pasaran, namun cukup banyak sarung yang bisa menggantikan fungsinya –pen-). (Al Fataawaa I/69, tulisan Syaikh ‘Abdul Aziz bin ‘Abdullah bin Baz).
Dengan latar belakang inilah Komite Tetap Pembahasan Masalah ‘Ilmiyyah dan fatwa Saudi Arabia (semacam MUI di Indonesia -pen-)  menjawab pertanyaan mengenai hukum Islam tentang shalat memakai celana. Jawaban yang dirumuskan adalah sebagai berikut: “Jika pakaian tersebut tidak menyebabkan aurat terbentuk dengan jelas, karena modelnya longgar dan tidak bersifat transparan sehingga anggota aurat tidak bisa dilihat dari arah belakang, maka boleh dipakai ketika shalat. Namun  apabila busana itu terbuat dari bahan yang tipis sehingga memungkinkan aurat yang memakai dilihat dari belakang, maka shalat yang dikerjakan batal hukumnya. Jika sifat busana yang dipakai hanya mempertajam atau memperjelas bentuk aurat saja, maka makruh  mengenakan busana tersebut ketika shalat. Terkecuali jika tidak ada busana lain yang dapat dikenakan.
13.    Cara Mengurangi Atau Mencegah Seorang Memakai Pakaian Ketat yang Berdampak Buruk Bagi Kesehatan
Setiap manusia tentunya ketika mengetahui akibat dari penggunaan pakaian ketat akan mulai sadar dan mengurangi pemakaian pakaiaan ketat. Selain itu, mengurangi produksi pakaiaan ketat juga bisa menjadi salah satu cara yang tepat.
Pemahaman sejak dini dari orang tua sangat  berperan dalam memberikan pendidikan dalam berpakaian sehingga sejak kecil anak dapat memahami dampaknnya bagi kesehatan.
Petugas kesehatan mempunyai perananan  yang penting dalam pencegahan penggunaan pakaian ketat ini dengan memberikan penyuluhan-penyuluhan kepada masyarakat terutama masyarakat di perkotaan.
14.  Kesimpulan 
Pakaian merupakan kebutuhan pokok manusia selain  makanan dan tempat berteduh/tempat tinggal (rumah). Manusia membutuhkan pakaian  untuk melindungi dan menutup dirinya. Namun seiring dengan perkembangan kehidupan  manusia, pakaian juga digunakan sebagai simbol status, jabatan, ataupun kedudukan seseorang yang memakainya. Pakaian juga dapat berpengaruh buruk bagi kesehatan pemakainya,  sehingga dalam memilih pakaian yang digunakan harus cermat, seperti memilih pakaian yang tidak terlalu ketat bagi tubuh, agamapun melarang.
15.  Saran 
Sebagai individu yang berperan dalam kesehatan masyarakat, pemahaman akan masalah-masalah yang sering terjadi sesuai dengan perkembangan zaman  sangat penting dalam memecahkan permasalahan kesehatan masyarakat.

Jumat, 17 Mei 2013

Kehamilan dan Menyusui: Penyesuaian Fisiologis, Kebutuhan Nutrisi dan Peran Dietary Suplemen

Pregnancy and Lactation: Physiological Adjustments, Nutritional Requirements and the Role of Dietary Supplements 

Mary Frances Picciano2


Kebutuhan nutrisi yang meningkat selama kehamilan dan menyusui untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin dan bayi bersama dengan perubahan dalam jaringan maternal dan metabolis me. Jumlah kebutuhan gizi belum tentu jumlah yang terakumulasi dalam jaringan ibu, produk keham ilan dan menyusui dan mereka yang disebabkan oleh pemeliharaan perempuan nonreproducing. Meta bolisme ibu disesuaikan melalui elaborasi hormon yang berfungsi sebagai mediator, mengarahkan nutrisi ke jaringan ibu sangat khusus spesifik untuk reproduksi (yaitu, plasenta dan kelenjar susu). Hal ini paling mungkin bahwa kebutuhan nutrisi tinggi untuk reproduksi sukses selalu dapat dipenuhi dari makanan ibu. Persyaratan untuk macronutrients menghasilkan energi naik sedikit dibandingkan dengan beberapa mikronutrien yang tidak merata di antara makanan. Pemanfaatan nutrisi diubah dan mobilisasi cadangan sering mengimbangi kebutuhan ditingkatkan namun kekurangan terkadang nutr isi yang dipicu oleh reproduksi. Hanya ada data terbatas dari studi intervensi yang terkendali dengan baik dengan suplemen makanan dan dengan beberapa pengecualian (zat besi selama keham ilan dan folat selama periode periconceptional), bukti tidak kuat bahwa suplemen nutrisi memberikan manfaat terukur. Penelitian lebih lanjut diperlukan dan dalam studi masa depan perhatian harus diberikan dengan karakteristik subjek yang dapat mempengaruhi kemampuan untuk memenuhi kebutuhan ibu dan bayi (genetik dan lingkungan), interaksi nutrisi-nutrisi, sensitivitas dan selektivitas hasil diukur dan penggunaan yang tepat dari ukuran proxy. Pertimbangan faktor-faktor dalam studi masa depan kehamilan dan menyusui diperlukan untuk memberikan pemahaman tentang link antara diet ibu; suplemen gizi, dan kesehatan janin, bayi dan ibu.

Kamis, 09 Mei 2013

Laktogenesis dan Pengaruh Insulin Dependent Diabetes Mellitus-dan Prematuritas


Lactogenesis and the Effects of Insulin-Dependent Diabetes Mellitus and Prematurity


  1. Mark Cregan

    Dalam rahim atau awal kehidupan defisiensi vitamin D dikaitkan dengan masalah tulang, diabetes tipe 1, dan skizofrenia, tetapi prevalensi defisiensi vitamin D pada wanita hamil AS belum diselidiki. Kami berusaha untuk menilai status vitamin D ibu hamil dan neonatus mereka berada di Pittsburgh dengan ras dan musim. Serum 25-hidroksivitamin D (25 (OH) D) diukur pada 4-21 minggu kehamilan dan predelivery di 200 putih dan 200 wanita hamil hitam dan dalam darah tali pusat neonatus mereka. Lebih dari 90% wanita menggunakan vitamin prenatal. Perempuan dan neonatus diklasifikasikan sebagai kekurangan vitamin D [25 (OH) D <37,5 nmol / L], tidak cukup [25 (OH) D 37,5-80 nmol / L], atau cukup [25 (OH) D> 80 nmol / L ]. Pada pengiriman, kekurangan vitamin D dan kekurangan terjadi pada 29,2% dan 54,1% dari perempuan kulit hitam dan 45,6% dan 46,8% neonatus hitam, masing-masing. Lima persen dan 42,1% dari perempuan kulit putih dan 9,7% dan 56,4% neonatus putih yang kekurangan vitamin D dan mencukupi, masing-masing. Hasil yang serupa di <22 minggu kehamilan. Setelah penyesuaian untuk hamil BMI dan penggunaan multivitamin periconceptional, perempuan kulit hitam mengalami peningkatan rata-rata lebih kecil di ibu 25 (OH) D dibandingkan dengan wanita kulit putih dari musim dingin ke musim panas (16,0 ± 3,3 nmol / L vs 23,2 ± 3,7 nmol / L) dan dari semi ke musim panas (13,2 ± 3,0 nmol / L vs 27,6 ± 4,7 nmol / L) (P <0,01). Hasil ini menunjukkan bahwa wanita hamil hitam dan putih dan neonatus yang berada di Amerika Serikat bagian utara beresiko tinggi kekurangan vitamin D, bahkan ketika ibu telah sesuai dengan vitamin prenatal. Suplemen dosis tinggi diperlukan untuk meningkatkan maternal dan neonatal D nutriture vitamin.
     translate by chairinnisa
     

Multivitamin Suplementasi Perempuan HIV-positif selama Kehamilan Mengurangi Hipertensi


Multivitamin Supplementation of HIV-Positive Women during Pregnancy Reduces Hypertension

Hipertensi selama kehamilan meningkatkan keterbelakangan pertumbuhan janin, kelahiran prematur, dan kematian perinatal, namun penyebabnya masih belum jelas. Pada wanita yang terinfeksi HIV, kelahiran prematur tambahan meningkatkan risiko penularan HIV pada bayi. Stres oksidatif dan disfungsi endotel sel plasenta telah terlibat dalam pengembangan hipertensi selama kehamilan. Asupan vitamin dapat mengurangi stres oksidatif dan meningkatkan fungsi endotel. Oleh karena itu kami mengevaluasi efek multivitamin (20 mg tiamin, riboflavin 20 mg, 25 mg B-6, 50 mg B-12, C 500 mg, 30 mg E, dan 0,8 mg asam folat) dan vitamin A suplemen (30 mg β -karoten ditambah 5000 IU vitamin A preformed) dalam kaitannya dengan hipertensi selama kehamilan (tekanan darah sistolik ≥ 140 mm Hg atau tekanan darah diastolik ≥ 90 mmHg setiap saat selama kehamilan). Dalam double-blind, plasebo-terkontrol, acak, percobaan klinis, yang dilakukan antara 1078 perempuan Tanzania hamil yang HIV-positif, mereka yang menerima multivitamin adalah 38% lebih kecil kemungkinannya untuk mengembangkan hipertensi selama kehamilan dibandingkan dengan mereka yang tidak [risiko relatif (RR) = 0,62, 95% CI 0,40-0,94, P = 0,03]. Tidak ada efek keseluruhan vitamin A pada hipertensi selama kehamilan (RR = 1,00, 95% CI 0,66-1,51, P = 0,98). Hipertensi selama kehamilan lebih mungkin pada wanita dengan dasar tekanan darah sistolik tinggi (> 120 vs ≤ 120 mm Hg) (RR = 6,02, 95% CI 2,59-13,97, P <0,001), dan mereka dengan lingkar lengan pertengahan atas lebih tinggi (RR = 1,12, 95% CI 1,04-1,19, P = 0,002). Mengambil multivitamin yang mengandung vitamin B, C, dan E selama kehamilan mungkin merupakan strategi murah dan efektif untuk meningkatkan kesehatan ibu dan bayi.

     translate by chairinnisa

Faktor makanan melindungi wanita dari infeksi saluran kemih


Dietary factors protecting women from urinary tract infection

  1. Matti Uhari
    1. Latar Belakang: Karena infeksi saluran kemih (ISK) disebabkan oleh bakteri pada tinja, faktor makanan dapat mempengaruhi risiko terjangkit ISK dengan mengubah sifat dari flora bakteri fecal.
      Tujuan: Kami mempelajari faktor risiko diet dan lainnya untuk ISK pada wanita subur dalam pengaturan kasus-kontrol.
      Desain: Seratus tiga puluh sembilan perempuan dari sebuah pusat kesehatan bagi mahasiswa atau dari staf rumah sakit universitas (usia rata-rata: 30,5 y) dengan diagnosis ISK akut dibandingkan dengan 185 wanita usia-cocok tanpa episode UTI selama masa lalu 5 y. Data kebiasaan makan dan gaya hidup lainnya perempuan dikumpulkan dengan kuesioner. Sebuah profil risiko ISK dinyatakan dalam bentuk rasio odds yang disesuaikan (OR) dengan 95% CI dimodelkan dalam analisis regresi logistik untuk 107 pasangan kasus-kontrol dengan semua informasi yang relevan.
      Hasil: Sering mengkonsumsi jus segar, jus berry khususnya, dan produk susu fermentasi yang mengandung bakteri probiotik dikaitkan dengan penurunan risiko kekambuhan UTI: OR untuk ISK adalah 0,66 (95% CI: 0.48, 0.92) per 2 dL jus. Sebuah preferensi untuk jus berry lebih jus lain memberikan OR 0,28 (95% CI: 0.14, 0.56). Konsumsi produk susu fermentasi ≥ 3 kali / minggu memberikan OR 0,21 (95% CI: 0.06, 0.66) relatif terhadap konsumsi <1 kali / minggu. Frekuensi hubungan seksual dikaitkan dengan peningkatan risiko ISK (OR selama ≥ 3 kali / minggu dibandingkan dengan <1 kali / minggu: 2,7, 95% CI: 1.16, 6.2).
      Kesimpulan: kebiasaan diet tampaknya menjadi faktor risiko penting untuk kekambuhan UTI pada wanita subur, dan bimbingan makanan bisa menjadi langkah pertama menuju pencegahan.

       translate by chairinnisa

       

Nutrisi Ibu dan Janin Pembangunan

Maternal Nutrition and Fetal Development
  1. Thomas E. Spencer
 Nutrisi adalah faktor lingkungan intrauterin utama yang mengubah ekspresi dari genom janin dan mungkin memiliki konsekuensi seumur hidup. Fenomena ini, disebut "pemrograman janin," telah menyebabkan teori baru-baru ini "asal janin penyakit dewasa." Yaitu, perubahan dalam gizi janin dan status endokrin dapat menyebabkan adaptasi perkembangan yang secara permanen mengubah struktur, fisiologi, dan metabolisme keturunan, sehingga predisposisi individu untuk metabolisme, endokrin, dan penyakit kardiovaskuler pada kehidupan dewasa. Penelitian terhadap hewan menunjukkan bahwa baik gizi ibu dan kelebihan gizi mengurangi arus darah plasenta-janin dan pertumbuhan janin aksi. Sintesis plasenta Gangguan oksida nitrat (vasodilator utama dan faktor angiogenesis) dan poliamina (regulator kunci dari DNA dan sintesis protein) dapat memberikan penjelasan terpadu untuk hambatan pertumbuhan dalam kandungan dalam menanggapi 2 ekstrem masalah gizi dengan hasil kehamilan yang sama. Ada bukti yang berkembang bahwa status gizi ibu dapat mengubah keadaan epigenetik (perubahan stabil ekspresi gen melalui metilasi DNA dan modifikasi histon) dari genom janin. Ini mungkin menyediakan mekanisme molekuler untuk dampak gizi ibu pada kedua pemrograman janin dan genomic imprinting. Mempromosikan gizi yang optimal tidak hanya akan memastikan perkembangan janin yang optimal, tetapi juga akan mengurangi risiko penyakit kronis pada orang dewasa.

     translate by chairinnisa